hujan deras di jakarta.

February 2nd, 2007 by baist-13

mungkin banyak yang bilang kehilangan adalah sebuah petaka yang tidak layak menyingkapi setiap bulir nafas bagi makhluk hidup bernama manusia, pagi ini aku belajar dari sebuah kehilangan, ketika titik nadir yang menjenuhkan membawa pada satu keputusan, ya…perpisahaan adalah jawaban, karna tiada guna bertahan jika tiada di inginkan, semua terasa pahit, lega juga menyayangkan, sekarang tiada lagi yang kutuju, seperti biasa secangkir teh di senja dengan hujan deras di jakarta lembayung mungkin akan segera datang…bersiap kuturuni anak tangga, karena sebentar lagi maghrib tiba…

pain,hopless,dirtfeeling,lost,missing home…

God i whispering that is must over….

 

aku hilang di jatinangor

August 1st, 2006 by baist-13
memberiku semua pertanyaan atas jauhnya rasa
jumawa sebagai manusia, bergelut dengan semua
resah yang ada, dari setiap nafas yang keluar
sadar ku tak punya kekuatan, setiap cerita yang
terlontar sulit kususun sebagai bahan kisah massa
depan, setiap langkah yang ku tuju di kilometer 21
jatinangor sumedang, ku tanam yakin akan arah
massa depan,jatinangor memberiku kesepian yang
kurasa panjang untuk saat ini, hanya sudut tua
kamar kost ku, redup ku hirup tembakau di
penghujung senja, lembayun melintasi pedihnya
luka kesendirian yang membeku dan menguap
dalam asap tembakau yang dalam ku hirup, rintik
dan rinai hujan yang bergema dalam ruang kosong
di senja ini, aku terbutakan oleh waktu di setahun
tanpa luangnya cinta, kudapat sepi yang merubah
putih menjadi hitam, ku dapat air yang merubah
api menjadi sejuk di hati, sapalah aku dalam nanar
yang berlanjut luka mendalam darah dan nanah
yang ku tumpahkan merebah wangi amis dan anyir
dalam setiap tumpahan sperma dalam
masturbasi…

aku hilang di jatinangor ini!!

senjamerona di jatinangor

July 26th, 2006 by baist-13

kalau saja kemarin sore, selepas adjan ashar, aku beranjak dari kota ini, mungkin hari ini tiada ku temui, dia di gerbang ini, lembayung masih saja indah dan megah di atas langit jatinangor sore ini, dia berada sekitar 4 meter di hadapanku, perempuan dengan senyum yang mampu membuat siapa saja merasa nyaman, terlebih senja ini, suasana begitu sejalan dengan perasaan ku yang berbunga.

ku sapa perlahan, sodorkan tangan, perlahan menyeruak dalam semakin dalam, senyumnya mulai bereaksi, dengan semua variable kimia yang ada di dalam tubuh ku, mata terbelalak pura melihat, tangan membeku secara tiba, lembut apakah yang kurasa?

bidadarikah dia nyata?

ku sapa dia tertawa manja, melepas tawa seindah senja, lembayung menghilang, begegas dia pamit pulang, ku bertanya, haruskah ku punya nomor pribadinya?

sms segera ku kirim

aku, senang tahu kau ada di dunia….

dipan senja di utara kota tua

July 23rd, 2006 by baist-13

arah yang nanar kembali ku buka dalam lembaran luka, kemarin senja bersama seorang teman lama, dipan teras rumahnya, menghadap utara, tepat pelangi melintas di atas kepala, dan kuning lembayung meretas seusai gerimis memandikan bumi yang renta dengan sejuta petaka, tak banyak yang kami bagi, hanya cerita sehari-hari, tentang kampus kawan ku, tentang kampus ku, dan orang-orang yang lalu lalang dalam kehidupan kami, senja selalu membuatku merasa berada di sisi lain dunia, menarik ribuan kilo jauhnya dari dunia ku yang penuh dengan lelah, nafas tersengal, kadang berbau alkohol.

LOLLITA, biasa ku sapa dia, kawan ku ini sebentar lagi akan sidang skripsi, yah memang usianya 4 tahun di atas usiaku, namun dia begitu care, jauh dari kesan konservative yang mengharuskan orang yang dibawah usianya hormat padanya, lollita calon sarjana seni, dari dia ku dapat banyak, pelajaran bahwa hidup itu indah, dia selalu bilang, jika kesedihan yang kamu dapat, adalah kesenangan yang tersangkut pada jiwa orang, dan niscaya akan tiba pada jiwamu, dengan segera.

pernah di depan kampusnya, di sebuah tempat yang bernama"bata merah"dia menggambar garis muka seorang supir bajaj yang usianya tak muda lagi, penuh dengan nestapa jauh dari senang dunia, lollita, entah kenapa aku sangat mengagumi sosoknya.

masih di senja teras depan rumah lollita menghadap utara, kami banyak bercerita, tentang betapa lollita kecewa akan adam, pacarnya yang seorang anak band, tentang harapannya akan massa depan, tentang perusahaan iklan yang ingin ia rintis, aku senang berlama-lama dengan dia, untuk sekedar mendengar tanpa berkomentar, cerita dia tentang hari-hari nya yang penuh polusi jakarta, teh sudah tidak hangat lagi, dia beranjak mengeser posisi duduknya, mengambil ponselnya yang berada  di meja di sebelah kiri tepat sebelah kanan ku, jam 6 kurang 5, serunya padaku, mau sholat magrib dimana kamu rist? "dia bertanya padaku" kujawab singkat, disini boleh?, yaudah ga papah, kita jamaah ajah, kebetulan biar pahalanya berlipat ganda, serunya lagi padaku…

lollita senja secangkir teh hangat pelangi lembanyung sesudah gerimis

dipan senja di utara kota tua yang bernama jakarta

bulan sedang purnama di jatinagor

July 11th, 2006 by baist-13

kala hebatnya ku punya daya tak ku sadari ku banyak lemah yang tak terkecuali, dia pergi di saat rapuh yang ku rasa begitu merajam kencang dalam dan semakin dalam di setiap malam, tak terkecuali malam ini, purnama begitu sempurna  dan langit terang adanya, tepat hari ini jika dia masih di pelukku, 36 purnama bersama kita lewati, sayang lain adanya, dia pergi sebelum malam ke 36 purnama, semua impian yang ku bangun denganya, hilang hanya dalam hitungan sepersekian detik, dalam perantara kabel telefon SLJJ, dia curahkan segala ke tidak mampuannya menahan amarah, tentang begitu letihnya dia menjalani setiap tarikan nafasnya denganku, aku tak menyalahkan keputusan yang dia ambil, memang aku sangat terhancurkan dengan kenyataan ini, semua lepas, dia tidak salah, keadaan yang memaksa dia dan aku harus berjalan memilih jalan mana yang kiranya terbaik, dan tidak saling menyakiti, jarak yang terpaku antara jatinangor dan bogor timur, lelah memeras kerinduan, kepercayaan yang naik turun dan curiga yang mungkin benar adanya….

lollita kucukupkan sakitku

kukuburkan angan yang kita pahat dalam kaktus taman kota

ku langkahkan rapuh ku diantara mega

ku benamkan sakitku dalam nisan tembaga yang kau pahat

lollita….

purnama malam ini ku tak kan kembali…

goodbye bogor heart break down!!!

July 11th, 2006 by baist-13
goodbye bogor heart break down!!!
simple yess…
it’s so simple, when nigth has falling down, and
rain has came like a neil, i just have not anythink
to say that i allways waiting for a day…when i sit
tight, children around me, and come to my
hug…and i allways waiting they call me PAPA!!!

but…I cry this night….she go away, grab my
dreams….
God why its must seem like crazy…..

goodbye bogor heart break down!!!

July 11th, 2006 by baist-13
goodbye bogor heart break down!!!
simple yess…
it’s so simple, when nigth has falling down, and
rain has came like a neil, i just have not anythink
to say that i allways waiting for a day…when i sit
tight, children around me, and come to my
hug…and i allways waiting they call me PAPA!!!

but…I cry this night….she go away, grab my
dreams….
God why its must seem like crazy…..

indira syella.

July 11th, 2006 by baist-13
indira syella.
Message: waktu sekejap henti berdetak, jantung terpacu
ribuan mil bagai berlari, senyum mu bagai gama
yang mengacau semua yang ada, tak lama ku
kenal kau, ku pandang waktu kita berbaris di terik
siang di plasa kampus yang naungi ribuan kepala,
senyummu sedikit menghibur peluh yang kian
mengeluh ingin segera usai, sore tadi ku jabat
tanganmu, ku tanya nomor mu…dan ku tahu kau
sudah ada yang punya…………..kawan ku yang
memberi tahu!!!
apa daya ku tak berdaya, hati ku tak berpunya, ku
nikmati sayu remang jalan di kilometer 21
jatinangor pada 1:42 dini hari…

indira syella senang ku tahu kau ada di dunia…

ayah dan mimpi sperma yang kutanam dalam rahim

July 8th, 2006 by baist-13
a ga usah sms neng lagi….
smua cukup, makasih atas semua, maap hapus
mimpi yang tlah kita buat tentang, rumah mungil
dengan halaman yang luas, 2 anak yang kita rasa
cukup, sapaan ayah, ibu yang kita damba,
sambutan hangat sepulang a kerja, anak2 yang
selalu memberi a dan neng mimpi, tentang senja
dan secangkir kopi hangat, lembayung merah
selepas hujan, dan untai pelangi yang membawa
kita bangun dari mimpi.
tapi semua harus berlabuh disini perahu kita koyak
memang masih sangat jauh dari dermaga yang
kita impikan…tapi neng sudah sangat lelah a….

uan = pembunuhan massal

June 30th, 2006 by baist-13

inilah ironi dan kenyataan yang memang pahit, pembunuhan masal menelurkan teror yang mengakibatkan trauma psikologis yang berkepanjanga bagi siapaun yang berada di lingkaran "maut" itu, UAN, tiga huruf, penentuan massa depan, massa bergelut denga lama waktu 3 tahun, harus di tentukan dalam 3 hari yang "ngehe" 2 jam yang sama "ngehe", selesai…bagus yang memang hoki atau pintar bisa lulus namun bagi yang "sial" mungkin salah pakai pensil yang harus nya 2 b malah 36 b,, tidak lulus adalah ancaman!!! paket c katanya solusi yang akan di ajukan…

efeknya beragam mulai dari bocah smp di bali yang mengurung di kamar hingga enggan makan, sampai bunuh diri di lakukan demi menghapus beban yang mereka anggap aib di karnakan tidak memenuhi nilai yang di harapkan PEMErintah.

sudah banyak ke[pahitan] yang di alami mahal nya biaya sekolah, ongkos angkot yang se-enak perut, di putusin pacar, hingga keluarga yang cerai berai….

dan….UAN=pembunuhan MASSAL!!!